PAREPARE – Warga Parepare yang melapor ke polisi kini dijanjikan pelayanan yang lebih cepat dan ramah korban. Hal itu menjadi salah satu target utama dalam rapat pengawalan 8 Program Quick Wins Kapolri yang dipimpin langsung Kapolres Parepare AKBP Phunky Mahendra Borniawan di Mapolres Parepare, Kamis (15/10/2026).
Fokus tidak lagi sekadar penindakan, tetapi pembenahan di hilir pelayanan. Kapolres menekankan dua program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, yakni Layanan Darurat 110 Respon Cepat dan SPKT Ramah Korban.
"Jangan sampai warga sudah berani melapor, tapi kita lambat merespon atau tidak ramah dalam penerimaan. 110 harus benar-benar respon cepat, SPKT harus jadi ruang aman bagi korban, terutama perempuan dan anak," tegas AKBP Phunky di hadapan PJU, para Kasat, Kasi, dan Kapolsek jajaran di Ruang Vicon Lantai II.
Rapat yang digelar di Jalan Andi Mappatola, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang ini merupakan tindak lanjut Commander Wish Kapolri dan Kapolda Sulsel dalam rangka 100 Hari Kerja Kapolri.
Selain penguatan layanan pengaduan, 6 program lain juga akan dikawal oleh Pokja khusus yang baru dibentuk. Meliputi pemberantasan narkoba dengan membentuk kawasan bersih narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital, transparansi penanganan perkara melalui SP2HP Pasti, hingga penguatan internal lewat pembersihan dan penegakan disiplin anggota.
"Kuncinya adalah transparansi. Perkara harus terlacak, SP2HP harus pasti dikirim ke pelapor. Masyarakat harus tahu sejauh mana kasusnya ditangani," tambahnya.
Untuk memastikan program berjalan, Kapolres menginstruksikan seluruh operator Pokja untuk disiplin dalam pelaporan progres setiap hari Jumat. Menurutnya, Quick Wins ini bukan sekadar laporan administratif, tetapi tolok ukur apakah kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya dalam menciptakan ruang publik yang aman di Parepare.
Dengan pembentukan Pokja ini, Polres Parepare menargetkan seluruh 8 program quick wins dapat dirasakan langsung dampaknya oleh warga dalam 100 hari ke depan.